Minggu, 16 Oktober 2016

Marc Marquez dan Honda RC213V di Musim 2016 . . From Nothing To Something

http://ift.tt/2bRTjuX

460x110-indent-now

cengkareng-shop

mm93-champion-2016-3

TMCBlog.com – Bro sekalian, siapa Yang menyangka Marc Marquez akan  Bisa mengunci Gelar Juara MotoGP 2016 di saat race bersisa 3 seri  dan mengulangi kejadian 2014 dimana Ia memenangkan Gelar ini di depan Petinggi Honda dan Di Track milik Honda, Motegi Circuit . . . Di awal tahun 2016,  Honda RC213V Model 2016 boleh dibilang adalah Motor Revolusi dari Motor Honda RC213V 2015. Perubahan Arah Rotasi dari Crank Shaft Honda RC213V 2016 menjadi Backward Rotating Crankshaft memang sepertinya simple, namun boleh dibilang berefek sangat besar terhadap banyak Hal dari Motor Prototipe ini. Jika sobat sempat mengunyah ngunyah artikel tmcblog tentang efek giroskopik, maka akan sedikit bisa ngeh kalau Nah di sistem Backward Rotating Crankshaft, maka arah putaran Dari Crankshaft yang berkebalikan dengan arah putar roda akan menghasilkan effect giroskopik yang mengurangi efek giroskopik yang dihasilkan oleh Putaran roda.  . . . artinya Motor dengan Backward Rotating Crankshaft akan memiliki effek Giroskopik yang berbeda ( lebih kecil) bila dibandingkan dengan motor yang mengunakan sistem Forward Rotating Crankshaft  . . . dan ini jelas sangat berbeda feelnya dengan RC213V 2015 yang Forward Rotating Crankshaft  . .

440x100_tirei

MBtech - TMC sep16

Backward-Rotating-Crankshaf

Tidak Ayal Honda RC213V adalah Motor Factory yang paling Menderita  di awal test Pra-musim . . . kehilangan Akselerasi setelah tikungan adalah hal yang paling bikin geregetan. Terlebih Honda RC213V di Musim 2016 ini tidak lagi dimanjakan oleh state of the art Software Honda yang bisa membantu banyak Hal. Santi Hernandez sebagai Chief elektronik Marc Marquez dihadapkan dengan satu Software yang jangankan di kometari oleh Hernandez sendiri, Di komentari oleh seorang Rossi saja seperti Software yang punya kemunduran beberapa tahun ke belakang . . yap menurut tmcblog, Honda RC213V hampir boleh dibilang Start From Scratch . . Zero

Terseok di test Pramusim

Dengan segala Fakta yang harus dihadapi, Maka tak ayal Di test Pra Musim pertama di tahun 2016 yakni di Sepang 2016 Honda RC213V terseok seok dan Kalah 1,3 detik dari Yamaha M1. Lanjut Ke Philip Island Marquez berjaya . . namun Bukan berarti Dalam dua Minggu itu Insinyur elektronik di bawah Pimpinan Santi Hernandez menemukan solusi pengoptimalan dari software Magneti Marelli, namun lebih karena Layout Track dari PI sendiri yang minus stop and Go alias Flowing sehingga menghindarkan Marquez dari Lost Exit Corner acceleration Dan di Sirkuit ini kelemahan RC213V terasa tertutupi. Dari test Pramusim ini lah juga diketahui Philip Island dan model sirkuit Flowing seperti ini yang bisa jadi keunggulan Honda saat dirundung masalah akselerasi keluar Tikungan ( exit corner acceleration )

Tibalah test terakhir Pramusim yang awalnya tmcblog duga adalah saat terakhir Honda menentukan . . akan terus dengan Mesin baru Backward Rotating Crankshaft atau balik lagi ke mesin Forward Rotating Crankshaft 2015 . . . dan ternyata hasil Test Pramusim Qatar ini  memperlihatkan kembali hasil sesungguhnya jika Honda RC213V bertemu dengan sirkuit berkarakter Stop and Go . . Laptime Marc Marquez lebih lambat hampir 0,6 detik dari Jorge Lorenzo diatas M1 . . Dan sepertinya melihat beda setengah detik ini memunculkan asa yang sempat hilang dari para enginer HRC bahwa ada satu celah yang bisa mereka kerjakan untuk optimalisasi software ini

Hasil test Pramusim terakhir di Losail ini pula memperlihatkan bahwa hadir satu lagi Pabrikan selain Yamaha dan Ducati yang akan jadi calon batu sandungan Honda yakni Suzuki. Yakni Maveric Vinales dengan suzuki GSX-RRnya . .. dan memang terbukti di setengah Musim terakhir 2016 boleh dibilang Suzuki GSX-RR menjelma menjadi Moor yang Kompetitif, boleh dibilang hampir sama kekompetitifannya dengan Honda, yamaha dan Ducati . . kalau Nggak Kompetitif , kenapa Vinales bisa merebut Podium pertama di Silverstone?

Strategi Jitu Honda : All Rider menggunakan mesin 2016 yang sama

Nah Marc Marquez menyadari dan seluruh Honda menyadari saat 3 hari menjelang Race Day Pertama MotoGP Losail Qatar 2016 dan Mesin RC213V Model 2016 akan di seal/ disegel dan tidak boleh ada pengembangan. Cuma ada dua jalan mereka melakukan development yakni menggunakan jalur sasis dan Elektronik. Dan agar Honda Fokus dalam pengembangan dua jalur ini maka Seluruh pasukan Honda Baik itu factory seperti Marquez dan Pedrosa maupun pebalap Satelit Crutchlow, Miller dan Rabat menggunakan Mesin 2016. Ini jarang ada yang ngeh bahwa ini adalah strategi Jitu Honda

cal-livery

Kenapa TMCblog bilang ini strategi Jitu ? Karena dengan 5 pebalap memberikan data dengan motor yang sama, udah kayak Motor ini ditest oleh test rider sepanjang musim. Memang dipastikan akan ada banyak masalah. Rider rider rookie dengan pengalaman tidak banyak seperti Miller dan Rabat pasti kena banyak masalah . . Namun itu adalah Price that HRC must Pay . . Dan Bahkan Pedrosa sendiri sempat hampir frustasi di tengah Musim dengan mesin baru ini, kekesalan Pedrosa ini sempat meluap sampai sampai hampir menyalahkan Marquez sebagai pemilih Mesin. Namun Kondisi Team repsol Honda ternyata kondusif terhadap letupan seperti ini.

crutchow-mcn

Again 5 pebalap dengan mesin Yang sama . . dan Mungkin hanya Honda yang menerapkan strategy ini Honda dan Ducati tidak melakukan strategy ini. yap Kapital berbicara sob. dengan sumber daya Finansial yang boleh dibilang hampir merupakan Yang terbesar  di MotoGP, Honda/ HRC bisa memprovide paling tidak 35 unit mesin identik di awal Musim  buat  ke 5 pebalapnya . . .

Perubahan dan Kedewasaan Marquez

Faktor lain adalah Perubahan dan Kedewasaan Marquez. Hal ini terlihat di awal Musim. Marc Marquez berkaca pada musim 2015 dimana ia kehilangan Championship karena boleh dibilang mentalitasnya saat itu masih sama dengan Marquez di awal Karir . . Win or Nothing begitu kasarnya, sehingga di Musim 2015 saat Honda RC213V sebenarnya masih di backup oleh state of the art Honda software, Marc Marquez kehilangan banyak Point di setengah Musim pertama karena banyak jatuh dan DNF.

Marc Marquez mengaku bahwa di awal Musim ia berkata kepada Santi hernandez dan seluruh kru engineer Honda / HRC bahwa di Setengah Musim pertama Ia akan bersabar dan sangat mempercayai mereka Selagi Marquez bersabar , marquez berjanji akan mengubah mentalitas nya yang lebih mengutamakan Championship seara keseluruhan. Sehingga bisa kita lihat betapa marquez tidak seperti Marquez agresif yang kita kenal di sepanjang paruh pertama Musim 2016. Namun diakhir pesannya Marquez mengatakan  bahwa di setengah Musim kedua ia akan sangat memerlukan bantuan dari para engineer Honda/ HRC.

Dan akhirnnya Bantuan itupun datang, sedikit demi sedikit Santi Hernandez menemukan cara untuk bisa mengoptimalkan Unified Software Magneti Marelli dan hasilnya bisa diketahui dari hasil test Privat di Aragon bahwa Honda RC213V sedikit demi sedikit memperoleh kembali akselerasinya disaat keluar tikungan. Dan karena dari awal semua Motor memperoleh mesin yang sama, sehingga para enginerpun bsia potong kompas waktu development . . semua Motor Honda RC213V baik itu factory maupun satelit memperoleh Update software yang sama . . dan Hasil empiriknya . . Honda jadi satu satunya Pabrikan sampai race di Motegi ini yang menempatkan Team factoy maupun team satelit ( Crutchlow di Silverstone dan Miller di assen ) di podium pertama Race seri . . ini jelas ngeri ngeri sedap

Balik Lagi ke Marquez, kemenangan Seri Argentina dan Untouchable di Seri Austin Amerika 2016 adalah awal dari upaya marquez di awal musim merubah mentalitasnya. Namun saat masuk Seri le Mans Prancis, Marc melakukan kesalahan yang harus dia bayar dengan hanya finish di Posisi 13.  Dari kesalahan di le mans ini Marquez memperoleh lesson learn bahwa jika ia tidak memiliki feel terhadap motor ia tidak akan Push motor lebih seperti apa yang ia katakan kepada Jurnalis Peter McLaren. Ini pun menurut tmcblog cukup cerdik karena saat itu dengan Finish di Posisi 13 Marc memang terlihat memilikirkan hal sekecil apapun untuk Championship  . . Ibarat kata ” siapa yang tahu 1-2 point akan jadi pembeda antara Juara dunia dan Tidak di akhir Musim ”  . . yap Confirm, He is Changed !

Marc-win-low2

Lalu Ia menang di Seri jerman Sachsenring dengan kecerdikan Ia dan Team dalam pertempuran Mind Game soal Ban  . . yap Marquez mengaku saat itu adalah stretagi dari teamnya untuk menentukan ban apa yang akan mereka gunakan saat terjadi Flag to flag . . dan kembali Marc Marquez membuktikan bahwa ia sangat mempercayai engineernya. ban apa saja yang akan ditemplikan di motor pasti sudah dipikirkan dan tinggal ia yang berfikir di Trak seperti apa perlakuan Ban Slick di atas Tarck yang baru saja berubah kering . . dan Hasilnya Marquez memenangkan race Dramastis di Sachsenring dengan kecerdasanya dan Kecerdasan team.

tire-parc-ferme

Setelah itu Marquez bersabar dan bersabar . . Ia tahu setelah Sachsering, ia hanya bisa mengandalkan Aragon dan selama menunggu seri aragon ia hanya bisa main Safe di setiap Serinya. Spielberg, Brno, Silverstone, dan Misano . . Marquez hanya bisa senyum selain nervous karena ia boleh dibilang nggak bisa berbuat banyak di seri seri ini. namun Adalah team nya yang selalu memberi semangat dan meredakan nervousnya seraya berkata  . . ” kalem, kau memiliki advantage/ keuntungan besar ” . ..

Turning back Di MotoGP Aragon

mm93-1

Boleh dibilang Turning Back / titik balik Marquez seperti yang direncanakan semua adalah di Seri MotoGP aragon 2016. Marc Marquez mengakui ia sangat berkonsentrasi di seri tersebut.  Dan hasil empiriknya adalah Marquez menorehkan Pole Possition, fastest lap dan Menjuarai Seri MotoGP Aragon 2016. Marquez berkata bahwa Kunci nya adalah bahwa ia dan team memiliki mentalitas yang inline saat itu.

mm93-champion-2016-4

Pasca Turning Back di Aragon, tibalah race back to Back overseas selama 3 pekan Motegi-Philip Island- Sepang. Motegi ? Boleh dibilang seblum race 2016, Marquez bukan apa apa disini. Ia belum pernah memenangkan seri MotoGP di Motegi sebelumnya. Ia sadar walaupun ini sirkuit kepemilikan Honda, statistik mengatakan bahwa ini bukan sirkuitnya. Marquez mengaku bahwa mulai dari sat FP1 ia pushing sampai ke Limit. Marquez mengekspoatasi limit dari pengereman dan ia paling tidak tahu dimana limit pengereman RC213V karena beberapa kali memperoleh ‘big moment’ dan bahkan Crash terutama di tikungan 90 derajad Motegi yang akhirnya memakan Korban valentino Rossi di race Day

mm93-champion-2016-1

Saat race Day sendiri awalnya Marquez seperti mengiyakan aa yang pernah tmcblog tuliskan sebelumnya Bahwa memang Bisa ada Kemungkinan Marquez mengunci Gelar di Motegi, namun hampir Impossible . . . Marquez tidak menyangka akan mengunci gelar Juara dunia MotoGP begitu cepat. Ia berkata bahwa mengunci gelar di Motegi adalah hal yang hampir tidak mungkin walaupun tentu ada kemungkinannya. Never say never . . . Yang Marc Marquez lakukan di Motegi adalah Race sampai di limit nya. Ia tidak melebihi limitnya kala itu dan hanya konsentrasi mempertahankan pace serta tidak melakukan kesalahan. Dan hasilnya? Terlepas dari hasil Race yang merupakan hari yang patut dilupakan Rossi dan Lorenzo, namun Sekjatinya Marc Marquez tidak berpangku tangan hari iitu dan sepanjang race weekend Motegi, ia bekerja keras di Motegi dan akhirnnya Menang dengan Elegan. Yap setelah TMCblog coba kupas perjalanan ini mudah mudahan tidak terlalu berlebihan jika memang tmcblog beropini bahwa Marc Marquez dan Honda RC213V di Musim 2016 . . From Nothing To Something !

Taufik of BuitenZorg

 


via Dokter Rambut

Artikel Terkait

Marc Marquez dan Honda RC213V di Musim 2016 . . From Nothing To Something
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email