TMCBlog.com – Bro sekalian Seperti Kita ketahui Di Intermot Colonge, Suzuki memperkenalkan Sosok Suzuki GSX-R1000 dan Suzuki GSX-R1000R. Motor ini diklaim suzuki merupakan Superbike GSX-R yang paling Canggih. banyak sekali teknologi baru yang di benamkan di superbike ini salah satunya adalah Pengaplikasian apa yang dinamakan Suzuki Racing Variable Valve Timing ( SR-VVT ) ..
Untuk awalan sebelum kita memulai pembicaraan, tmcblog beri tahu dulu bahwa konsep SR-VVT akan cukup berbeda dengan VVA yang sobat mungkin ketahui dari Yamaha NMAX . .. nah tambah kepo kan ? cekidot deh
Jika di Yamaha NMAX, Variable Valve nya akan memilih satu diantara dua profil Cam sehingga menghasilkan durasi cam yang berubah, maka Di sistem SR-VVT Suzuki GSX-R1000 ini Profilnya cam cuma ada satu sehingga tinggi bukaan klep Intake akan sama. Yang berubah bukannya durasi, melainkan timing yang bergeser / menggeser derajat posisi tutup klep masuk ( Intake) . . . Jadi saat rpm mesin meraung tinggi terjadi pergeseran timing valve/ Klep intake secara otomatis
Kenapa Suzuki ambil pergeseran timing ? mengenai hal ini tmcblog tanya ke Mas Imam bengkel sepeda motor . .. beliau memberikan contoh seperti ini .. . Misalnya saat RPM rendah, timing ( waktu) menutupnya klep terjadi setelah 5 derajat setelah TMB . . . maka apabila kita bisa menggeser 1 derajat saja jadi 5+1 = 6 derajad maka yang terjadi adalah pada langkah kompresi akan makin banyak udara yang masuk dan ini akan memperbaiki Volumemetric Efeciency (VE) yang hasilnya akan membuat Power naik . ..
Uniknya Sistem SR-VVT adalah cam nya tidak memiliki pilihan profil . . cuma ada satu profil cam . .. ( FYI, NMAX Punya dua profil ) nah bagaimana mekanisme SR-VVT bisa menggeser timing ? ini yang juga menarik cekidot gambar berikut :
Gambar diatas adalah Partnya, terlihat ada bola bola besi berbentuk pelor, 4 plat termasuk 2 yang memiliki alur lurus dan belok, lalu ada plat bergerigi sebagai pegas dan pengunci spi. Kita namakan Plat 1 yang beralur seperti parit dengan bentuk lurus dan plat 2 yang beralur/ berparit miring . ..
harap diperhatikan juga selain profil paritnya, ada semacam profil ‘tanjakan’ di alur parit dimana akan menanjak dari ujung dalam menuju ujung luar dari plat
Dan setelah dirangkai akan seperti gambar di atas yang tmcblog olah dari gambar patent dimana pelor berada diantara Plat 1 dan Plat 2. Harap dicatat pula bahwa Pelor akan bergerak selama berada pada jalur/ parit
Plat No 2 berhubungan dengan Sprocket timing yang akan berputar sebesar 1/2 kali putaran dari CrankShaft
Plat No 1 berhubungan dengan Camshaft
Jika RPM mesin sudah tinggi, maka sesuai dengan hukum Fisika terutama gaya Sentrifugal maka Pelor akan bergerak menuju ujung luar dari plat 1 dan plat 2. . . sampai sini mengerti dong?
nah, karena ada perbedaan alur antara Plat 1 dan Plat 2 maka akan terjadi pergeseran dari Pelat 2. Karena plat 2 berhubungan dengan Camshaft maka ini mengartikan bahwa akan terjadi pergeseran juga di Camshaft . . .. yap bergeser 1 detajat atau berapa derajat sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Suzuki
Suzuki dapat menentukan di rpm berapa pelor akan mulai bergeser dengan mengubah beberapa parameter .
- Yang pertama adalah memvariasikan konstanta pegas dari pegas yang bertugas memberikan tekanan himpitan kedua Plat 1 dan plat 2 . . artinya butuh rpm berapa untuk bisa melawan gaya pegas dari pegas.
- Yang kedua adalah dengan memvariasikan berat/ densitas dari Bola pelor, makin berat tentu akan butuh rpm lebih tinggi untuk bisa menggeser derajat posisi tutup klep masuk ( Intake).
Sistem SR-VVT ini boleh dibilang merupakan sistem VVT mekanik yang tergolong smart , Efesien dan Low Cost. . TMCBlog bisa memberikan kesimpulan ini diakhir karena pada dasarnya sistem SR-VVT tidak memanfaatkan hukum fisika ngejelimet, hanya memanfaatkan nature dari mesin atau boleh dibilang sangat mekanika dasar ( hanya memanfaatkan hukum fisika dasar / mekanika dasar yang diperoleh di Kuliah tingkat 1 ) dan tidak terlalu menggunakan elektronik rumit untuk mengubah / menggeser derajat posisi tutup klep Intake . . namun hasilnya . . . . rpm rendah bisa efesien, dan saat dibutuhkan more power di rpm tinggi, Sistem SR-VVT pun bisa memberikan power lebih . . . sekali lagi . . SMART !
silahkan dikunyah kunyah dan semoga berguna
taufik of BuitenZorg
Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui
- email : taufiknmotorcycle@yahoo.com
- instagram : tmcblog
- telegram chanel : tmcblog
- Facebook TMCBlog
- Twitter Resmi TMCBlog @motoupdate
- blog alternatif ; http://ringpiston.com
- Video Blog : kanal Youtube TMCBlog
- Android App : Google Play Store
- iOS App : App Store
via Dokter Rambut
