Selasa, 11 Oktober 2016

[ Tech talk ] Mengenal cara kerja Suzuki Racing Variabel Valve Timing ( SR-VVT)

http://ift.tt/eA8V8J

460x110-indent-now

cengkareng-shop

gsx-r1000r-1

TMCBlog.com – Bro sekalian Seperti Kita ketahui Di Intermot Colonge, Suzuki memperkenalkan Sosok Suzuki GSX-R1000 dan Suzuki GSX-R1000R. Motor ini diklaim suzuki merupakan Superbike GSX-R yang paling Canggih. banyak sekali teknologi baru yang di benamkan di superbike ini salah satunya adalah Pengaplikasian apa yang dinamakan Suzuki Racing Variable Valve Timing ( SR-VVT )  ..

Untuk awalan sebelum kita memulai pembicaraan, tmcblog beri tahu dulu bahwa konsep SR-VVT akan cukup berbeda dengan VVA yang sobat mungkin ketahui dari Yamaha NMAX . ..  nah tambah kepo kan ? cekidot deh

440x100_tirei

MBtech - TMC sep16

Jika di Yamaha NMAX, Variable Valve nya akan memilih satu diantara dua profil Cam sehingga menghasilkan durasi  cam yang berubah, maka  Di sistem SR-VVT Suzuki GSX-R1000 ini Profilnya cam cuma ada satu sehingga tinggi bukaan klep Intake akan sama. Yang berubah bukannya durasi, melainkan timing yang bergeser / menggeser derajat posisi tutup klep masuk ( Intake) . . . Jadi saat rpm mesin meraung tinggi terjadi pergeseran timing valve/ Klep intake secara otomatis

Kenapa Suzuki ambil pergeseran timing ? mengenai hal ini tmcblog tanya ke Mas Imam bengkel sepeda motor  . ..  beliau memberikan contoh seperti ini  .. . Misalnya saat RPM rendah, timing ( waktu) menutupnya klep terjadi setelah 5 derajat setelah TMB . . . maka apabila kita bisa menggeser 1 derajat saja jadi 5+1 = 6 derajad maka yang terjadi adalah pada langkah kompresi akan makin banyak udara yang masuk dan ini akan memperbaiki Volumemetric Efeciency (VE) yang hasilnya akan membuat Power naik  . ..

Uniknya Sistem SR-VVT adalah cam nya tidak memiliki pilihan profil . . cuma ada satu profil cam . .. ( FYI, NMAX Punya dua profil ) nah bagaimana mekanisme SR-VVT bisa menggeser timing ? ini yang juga menarik cekidot gambar berikut :

sr-vvt-parts

Gambar diatas adalah Partnya, terlihat ada bola bola besi berbentuk pelor,  4 plat termasuk 2 yang memiliki alur lurus dan belok, lalu ada plat bergerigi sebagai pegas dan pengunci spi. Kita namakan Plat 1 yang beralur seperti parit dengan bentuk lurus dan plat 2 yang beralur/ berparit miring . ..

harap diperhatikan juga  selain profil paritnya, ada semacam profil ‘tanjakan’ di alur parit dimana akan menanjak dari ujung dalam menuju ujung luar dari plat

srvvt-patent

Dan setelah dirangkai akan seperti gambar di atas yang tmcblog olah dari gambar patent dimana pelor berada diantara Plat 1 dan Plat 2. Harap dicatat pula bahwa Pelor akan bergerak selama berada pada jalur/ parit

Plat No 2 berhubungan dengan Sprocket timing yang akan  berputar sebesar 1/2 kali putaran dari CrankShaft

Plat No 1 berhubungan dengan Camshaft

sentrifugal

rpm-low-sr-vvt

rpm-hi-sr-vvt

Jika RPM mesin sudah tinggi, maka sesuai dengan hukum Fisika terutama gaya Sentrifugal maka Pelor akan bergerak menuju ujung luar dari plat 1 dan plat 2. . . sampai sini mengerti dong?

rpm-low-sr-vvt-1

rpm-hi-sr-vvt-1

nah, karena ada perbedaan alur antara Plat 1 dan Plat 2 maka akan terjadi pergeseran dari Pelat 2. Karena plat 2 berhubungan dengan Camshaft maka ini mengartikan bahwa akan terjadi pergeseran juga di Camshaft .  . ..  yap bergeser 1 detajat atau berapa derajat sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Suzuki

Suzuki dapat menentukan di rpm berapa pelor akan mulai bergeser dengan mengubah beberapa parameter .

  • Yang pertama adalah memvariasikan konstanta pegas dari  pegas yang bertugas memberikan tekanan himpitan kedua Plat 1 dan plat 2 . . artinya butuh rpm berapa untuk bisa melawan gaya pegas dari pegas.
  • Yang kedua adalah dengan memvariasikan berat/ densitas dari Bola pelor, makin berat tentu akan butuh rpm lebih tinggi untuk bisa menggeser derajat posisi tutup klep masuk ( Intake).

Sistem SR-VVT ini boleh dibilang merupakan sistem VVT mekanik yang tergolong smart , Efesien dan Low Cost. . TMCBlog bisa memberikan kesimpulan ini diakhir karena pada dasarnya sistem SR-VVT tidak memanfaatkan hukum fisika ngejelimet, hanya memanfaatkan nature dari mesin atau boleh dibilang sangat mekanika dasar ( hanya memanfaatkan hukum fisika dasar / mekanika dasar yang diperoleh di Kuliah tingkat 1 ) dan tidak terlalu menggunakan elektronik rumit untuk mengubah / menggeser derajat posisi tutup klep Intake . . namun hasilnya . . . . rpm rendah bisa efesien, dan saat dibutuhkan more power di rpm tinggi, Sistem SR-VVT pun bisa memberikan power lebih . . . sekali lagi  . . SMART !

silahkan dikunyah kunyah dan semoga berguna

taufik of BuitenZorg

 MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

EnglishHindiIndonesianJapaneseSpanishThaiVietnamese


via Dokter Rambut

Artikel Terkait

[ Tech talk ] Mengenal cara kerja Suzuki Racing Variabel Valve Timing ( SR-VVT)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email